Inayatun Laila Khusnaini, Sang Perempuan Inspirator JQH Al-Wustha

Hari ini tepatnya 21 April 2014 merupakan momen indah yang menjadi tonggak terangkatnya harkat dan martabat perempuan, utamanya perempuan Indonesia. Ya, hari ini merupakan peringatan hari Kartini, hari ini dijadikan hari di mana setiap orang dan lembaga berlomba-lomba untuk memperingati, dari berbusana ala Kartini sampai lomba memasak dan merias. Inayatun Laila K, ketua divisi tilawah JQH Al-Wustha memaknai momen Hari Kartini, khususnya bagi para perempuan, hendaknya menggunakan kesempatan yang telah ada berkat perjuangan dari Ibu Kartini ini dengan sebaik-baiknya, baik kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang tinggi, maupun kesempatan untuk berperan di masyarakat tanpa diskriminasi. “Sehingga kita, para perempuan, bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang yang ada di sekitar kita”, tuturnya.

Menurut Inayah, panggilan akrab kadiv tilawah ini, untuk menjadi sosok seperti Kartini perlu mempunyai “bekal” yang cukup agar bisa menjadi perempuan yang bermanfaat bagi orang lain. Bekal tersebut tidak lain ilmu, baik ilmu agama untuk diterapkan dalam tingkah laku sehari-hari, maupun ilmu umum sebagai bekal untuk menghadapi era globalisasi seperti saat ini. Kemudian memberikan “bekal” yang dimiliki tersebut kepada orang-orang di sekitar. Wujud dari ekspresi meneladani sosok Kartini adalah aktif di organisasi, yaitu salah satunya menjadi ketua divisi tilawah UKM JQH Al-Wustha IAIN Surakarta. “Saya senang bisa menjadi Kadiv Tilawah di JQH, karena di JQH saya bisa berbagi ilmu, bertukar pendapat dengan teman-teman dan juga bisa mendapatkan pengalaman dan manfaat yang banyak. Meskipun saya satu-satunya Kadiv perempuan di JQH, tapi karena teman-teman tetap mendukung dan banyak memberikan bantuan ke saya, sehingga saya mampu mengemban amanah yang pasti akan menjadi berat jika saya jalani sendiri”, jelas mahasiswa PBI semester enam ini.

Inayah, kadiv tilawah selama dua periode ini, memberikan saran bagi para perempuan di manapun berada agar selalu berjuang dan menunjukkan eksistensi. “Semangatlah berjuang untuk memberikan manfaat kepada orang lain, meskipun kadang berat, capek, putus asa menghadang, yakinlah bahwa pasti akan ada kemudahan di balik kesulitan. Jangan takut untuk berjuang, karena pasti Allah akan membalas dengan kebaikan sesuai dengan apa yang kita perjuangkan. Meskipun begitu, kita jangan sampai melupakan kodrat dan kewajiban kita sebagai perempuan” urai Inayah dengan penuh semangat. Akhirnya semoga perayaan Kartini tidak hanya selebrasi-selebrasi semata, namun benar-benar bisa diilhami sebagai langkah konkret untuk menjadikan perempuan-perempuan super masa depan. Semoga.

Gambar

Gambar

Iklan

Tentang UKM JQH Al-Wustha IAIN SURAKARTA

Memberdayakan ummat melalui dzikir dan sholawat!!!
Pos ini dipublikasikan di islami, tilawah, Umum dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s