SENYUM SUCI MENYAMBUT BULAN SUCI

Oleh : Rubangi Al-bani

senyum

Di Waktu maghrib tiba, Jhony begitu bahagia ketika mendengar suara adzan yang berkumandang terdengar dari suara masjid di kampung halamanya. Dengan pakaian muslim rapi ala santri, dalam hati Jhoni berintih dengan nada lembut “ Alhamdulillah ya Allah, ahirnya aku bisa mendengarkan kumandang adzan di bulan suci-MU ini”.
Dengan muka yang mantab ia bergegas menuju masjid, dia mengikuti sholat berjama’ah bersama kawan – kawan lama ketika masih duduk di Sekolah Dasar yang ada di kampungnya.
Maghrib telah usai, Jhony pun ber reuni kecil – kecilan bersama kawan lamanya yang bertemu satu tahun dua kali, ketika awal Romadhon dan waktu lebaran tiba,waktu yang sangat berharga ini ia kepengen sempatkan bertatap muka,berbincang dan saling bertukar pengalaman sesama kawan-kawan lamanya.

“Assalamu’alaikum mas broo..pie kabare (gimana kabarnya) ?
long time no see (lama gak jumpa)..??”, tanya tanya mas Bejo, kawan lama Jhony yang sudah sukses merantau ke ibu kota Jakarta, Bejo berprofesi sebagai boz pengusaha produksi jiting/tusuk gigi.
“Wa’alaikum salam mas Bejo, alhamdullah sae-sae mawon(alhamdulillah baek-baek saja)”, jawab Jhony dg senyum ramah.
“Gimana mas bejo, waaahh…. tambah sukses ini criatanya, perutnya sekarang tambah gede ya”, Jhony mendekat ke arah mas bejo sambil salaman dengan dia.
“hehe..biasa Jhon..orang kalo sudah jadi bos ya kayak gini,,makan tidur,jarang olah raga dan ahirnya perutnya jadi gede…haha”, tawa mas bejo yang body nya mirip pak polisi dengan perutnya yang buncit mirip ibu hamil 7 bulan.

Bejo dan jhony ahirnya sepakat ngobrol di warung nya Bude Juminten yang ada di sebelah masjid, dengan memesan kopi susu anget merek “cap NUSANTARA ” kopi kesukaan mereka berdua ketika masih duduk di bangku SMA.
Di saat asyik berbincang mengenai banyak hal, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing dari telinga mereka berdua. “Selamat sore, ada yang bisa saya bantu ??”, sapa mas Paimin dengan senyum mekar.
Mas paimin ini adalah kawan lama mereka berdua sejak SD. Paimin saat ini berprofesi sebagai cotemer servise di Bank ThithiL Internatioanal (BTI), Paimin sengaja pulang kampung dari jogja tempat ia kuliah dan kerja di awal Romadhan ini.

“uwiiihhhh….paimin datang brow…sini-sini min, gabung bareng, kita berngobrol ria bareng-bareng,lama kita gak ngobrol bareng-bareng kayak gini tho min, sini-sini”, ajak Jhony dan Bejo dengan tawa gembira menyambut kedatangan mas paimin kawan lamanya.
Di sela-sela perbincangan mereka bertiga yang begitu asyik, dengan sejenak mereka bertiga terdiam menyalakan rokok samsu kesukaan mereka bertiga, dan kemudian mas Bejo si pengusaha sukses pun melontarkan pertanyaan kepada Jhony dengan serius.
Jhony sendiri adalah mahasiswa smester 14 jurusan ushuludin di salah satu Perguruan tinggi Agama Islam di Surakarta.

“ Jhon…kamukan mahasiswa jurusan agama yang abadi to Jhon,aku mau nanya, Alhamdulillah aku itu seneng dengan posisiku ini, tapi terkadang hatiku ini merasa ada yang kurang pas dengan posisiku Jhon, ada yang kurang srek saat aku rasakan ketika menjalankan usahaku ini jhon,menurutmu pie??”.

“Yaa menurutku wajar to mas Bejo, kan mas Bejo banyak duit, jadine pengene neko-neko, dan neko-neko kalo gak keturutan ahirnya malah jadi kurang nyaman, untuk itu kedepan baiknya mas Bejo memisahkan mana yang dinamakan kebutuhan dan mana yang di namakan ke inginan, jadinya bisa mengontrol keduanya mas”, jawab Jhony dengan nada rendah sambil menunggu pesenannya kopi susu anged kesukaanya.

“Iya sih Jhon,terkadang aku juga merasa begitu, tapi yang aku bingungkan begini Jhon, ketika aku pas merenung, aku merasa bersalah sama orang –orang di sekelilingku, aku takut tidak bisa mengolah hartaku dengan baek karena sifatku yang terkadang kikir(pelit) ini Jhon”, sambung mas Bejo dg nada resah yang sudah naek haji 5 kali ini.

“Mungkin mas Bejo perlu berbagi kepada sesama juga, sifat uang itu kayak air lho mas, air itu sifatnya mengalir ke dataran yang lebih rendah, meskipun mas Bejo membendung airnya sampai tempatnya gak muat, air tetap akan berusaha menjebol wadahnya dengan paksa ketika terus menerus di isi mas. Begitu juga dengan duitmu mas Bejo, kalo sampaean bendung terus dan tidak ada aliran keluarnya, secara alamiah uang mas Bejo akan jebol sendiri, mungkin dengan dirampok, mas bejo sakit,dsb. Jadi mas Bejo, uangnya biar tidak dibobol sama orang laen, lebih baek dibobol sendiri dengan cara BERBAGI mas”, suara Paimin yang langsung menyroboot pertanyaan Bejo.
“heh,,aku gak nanya kamu min paimin,aku nanya Jhony”, sahut mas Bejo.
“ yeeee, gini-gini aku itu karyawan B .T .I (Bank ThitiL International ) lho mas…jadi tahu bangetlah dengan teori yang berhubungan dengan duit”. tegas Paimin.

“bener juga mas apa yang dibilang mas Paimin”, Jawab Jhony dengan nada santai.

Dengan nada serius dan wajah yang mantab, Jhony pun menambahi ceramahnya “Begini mas bejo, aku pernah mendengarkan ceramahnya mbah Nun (Emha Ainun Najib), beliau mengatakan begini mas, (tidak memperhatikan anak yatim dan orang miskin itu agak gawat, jadi tanda batalnya seluruh agama kita atau bisa di bilang mendustakan agama itu tandanya ada dua, yang pertama tidak memberi makan orang miskin dan yang kedua tidak memperhatikan anak yatim. Satu di antara dua tersebut jika kita tidak melakukanya ibaratnya kita mau naik haji 10 kali batal mas, mau sholat tiap hari batal, artinya Tuhan bosan dengan kita, ya memang sholat itu wajib, orang yang tidak sholat juga berdosa mas).
Jadi tidak memperhatikan anak yatim itu gawat lho mas”.

Mereka bertiga terdiam merenung, menunduk seperti mengheningkan cipta. Paimin dan mas Bejo mencoba mencerna pernyataan yang di lontarkan oleh Jhony tadi.

Sambil menarik nafas dengan pelan, Jhony menambahi lagi ceramahnya.
“Saya lanjutkan keteranganya ya mas, terkadang kita itu yang merasa menolong anak yatim dan orang miskin. Jangan merasa kita itu menolong anak yatim dan orang miskin mas. Kata mbah Nun, di hadapan Allah kita yang di tolong oleh mereka(anak yatim dan fakir miskin) mas, karena jika kita tidak memperhatikan mereka maka Allah akan mempersalahkan kita semua. Itu ayatnya jelas *tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.Q.S AL Ma’un 1-2*”, jelas Jhony dengan semangad ditambah dengan gaya diskusi ala mahasiswa tingkat sepuh.

“uwaahh…jiaan tenan kog…ngeri tenan penjelasanmu Jhon, aku sampe mrinding mendengarnya”, mas Bejo menyambung dengan kagum.

“halaaah… biasa aja mas, bagi – bagi ilmu itukan katanya baek, yang penting kedepan kita mau menjalankan keterangan tadi mas”.Jhony merendah.

“masuk bang Jhony…”, sahut Paimin dengan mengacungkan jari.
“ iya, bagimana menurut pendapatmu mas paimin dengan keterangan tadi?”
“saya sepakat dengan keteranganmu tadi Jhon,Cuma pertanyaanya, iya kalo kita lagi banyak duit, kalo lagi gak ada duit gimana, kamu sendiri tahu kan, aku ini kuliah sambil kerja, uang gaji ku saja mepet buat makan dan bayar kos. La terus bagaimana meng-aplikasikan ilmu tadi Jhon?? “, tanya Paimin sambil menyruput kopi item manis kesukaanya.

“Kalo menurutku begini mas paimiin, anak yatim dan orang miskin itu kan gak cuma butuh uang dan makan saja, pendidikan misalnya, baik pendidikan formal maupun agama mereka juga butuh lho mas. Sampean kan mahasiswa jurusan tarbiyah tho, jadikan pinter kalo masalah ngaji, yasudah sesekali dalam seminggu sampean menengok yayasan ato TPA – TPA terdekat misalnya. Karena di TPA itu menurutku komplet juga elemen santrinya, mulai anak yatim, anak dari keluarga kurang mampu, sampai orang kaya juga ada disitu. Coba mas Paimin main kesana, mungkin di sana membutuhkan tenaga kita, begitu mas”, jelas Jhony

“Oke lah bang Jhony, mulai minggu depan insyAllah saya niatkan menengok TPA yg ada di samping kos ku”, sahut Paimin dengan nada semangad ‘45.
“Aku iyo Jhon, mulai bulan depan penghasilanku 10 persen akan aku bagikan buat orang yang kurang mampu, yayasan agama dan yayasan anak yatim jhon, pie menurutmu Jhon?”, suara mas Bejo menyerbu karena dia tak mau kalah sama paimin.
“naah…begitu lho mas, mulai besok di bulan suci ini, kita ciptakan hidup yang baru, yang banyak duit ya bagi – bagi duit, yang banyak ilmu ya bagi – bagi ilmu buat orang – orang yang ada di sekeliling kita yang membutuhkan mas”, jelas Jhony lagi.

“masak kita lupa sama wasiat guru kita di waktu SD mas, kan guru kita pernah dawuh. (Jadilah insan yang bermanfaat untuk orang – orang di sekelilingmu dan untuk kampung halamanmu, kalau tidak bisa tenagamu, ya ilmumu, kalau tidak bisa ilmumu ya duitmu,kalo tidak bisa duitmu terahir adalah do’amu)”, tegas Jhony.

“La kalo gak bisa do’a Jhon ?”, sahut mas Bejo.

“Berarti orang tersebut wes wayahe dikirimi do’a mas”,

“ha ha ha ha ha “, Bejo sama Paimin ketawa ngakak.

Jhony pun hanya tersenyum saat menyaksikan temanya berdua ketawa bahagia. Jhony ikut bahagia dan tersenyum suci menyambut datangnya bulan suci ini.

Iklan

Tentang UKM JQH Al-Wustha IAIN SURAKARTA

Memberdayakan ummat melalui dzikir dan sholawat!!!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s