Alhamdulillah kita telah memasuki 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan. Seperti yang telah kita ketahui di bulan suci Ramadhan ini terdapat satu malam yang sangat mulia dibandingkan malam-malam yang lain yaitu malam Lailatul Qadr.

Apa itu Lailatul Qadr ? Lailatul Qadr merupakan malam yang penuh dengan kemuliaan. Secara etimologis atau bahasa Lailatul Qadr terdiri dari dua kata yaitu lail atau laila yang berarti malam dan juga qadr yang bermakna ukuran atau ketetapan. Sedangkan secara istilah Lailatul Qadr adalah malam yang agung atau malam yang mulia.

Dalam tafsir Al Qurthubi dikutip bahwa mujahid berkata Malam tersebut dinamakan malam lailatul qadr karena pada malam tersebut merupakan malam keputusan atau lailatul hakim, dikatakan lailatul hakim pula karena sesungguhnya Allah SWT memutuskan dari tahun ini hingga tahun yang akan datang pada malam Lailatul Qadr.

Ada juga yang mengatakan malam Lailatul Qadr adalah malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia diturunkannya Al-Quran sebagai penetapan jalan hidup manusia yang harus dilalui dengan perpanduan pada Al-Quran. Sedangkan Sayyid Kutub dalam tafsir fizilalil Quran mengatakan bahwa Lailatul Qadr dapat bermakna sebagai penentuan atau pengaturan dan juga bisa bermakna bernilai atau berkedudukan.

Kedua makna tersebut sesuai dengan peristiwa turunnya Al-Quran pada malam itu yang merupakan peristiwa besar yang menjadikan malam tersebut mulia. Dan juga merupakan malam penentuan karena pada malam tersebut diturunkannya petunjuk dalam menentukan dan mengatur manusia.

Lailatul Qadr juga dijelaskan dalam Al-Qurโ€™an pada surat Al-Qadr ayat 1-5 :

ุฅูู†ู‘ูŽุงู“ ุฃูŽู†ุฒูŽู„ู’ู†ูŽูฐู‡ู ููู‰ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ูฑู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู

Artinya : โ€œSesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qurโ€™an pada malam lailatul qadr ayat ini menunjukkan bahwa pada malam tersebut Allah SWT menurunkan kitab suci Al-Quran.

Ibnu Abbas mengatakan seperti yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya bahwa Allah menurunkan Al-Quran pada malam itu sekaligus 30 juz di lauful mahfudz ke baitul izzah di langit dunia, kemudian barulah setelah itu diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun kepada rasulullah SAW.

Lalu ayat tersebut dilanjutkan ke ayat selanjutnya :

ูˆูŽู…ูŽุงู“ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽู‰ูฐูƒูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ูฑู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู,

ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ูฑู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ู‘ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุดูŽู‡ุฑ

Yang artinya : โ€œDan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu (2), Malam kemuliaan itu lebih baik dari pada seribu bulanโ€

yang berarti ayat ini mengisyaratkan bahwa malam tersebut itu lebih baik dari pada seribu bulan.

Asbabun Nuzul ini seperti yang telah dijelaskan oleh mujahid yang dikutip oleh Fahru Rozi dalam tafsirnya bahwa ada laki-laki dari Bani Izrail yang pada malam harinya ia beribadah hingga pagi kemudian pada pagi harinya ia berjihad hingga sore, hal tersebut dilakukan selama seribu tahun maka nabi Muhammad SAW dan orang-orang muslim merasa kagum dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki dari Bani Izrail tersebut, maka Allah menurunkan ayat ini yaitu lailatul qadr pada umat nabi Muhammad SAW itu lebih baik dari pada laki-laki Bani Izrail yang membawa pedang selama seribu bulan.

Hal ini merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW yang menganugrahkan malam Lailatul Qadr yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Malam Lailatul Qadr dikatakan lebih baik dari seribu bulan. Hal ini menunjukkan betapa mulianya malam tersebut hingga bernilai lebih baik dari seribu bulan.

Menurut sayyid Kutub seribu bulan dalam ayat ini tidak terbatas pada bilangan seribu bulan atau 83 tahun 4 bulan tetapi seribu bulan disini mengisyaratkan sesuatu yang banyak bahkan mungkin lebih dari seribu bulan. Karena nilainya lebih baik dari seribu bulan maka kita diperintahkan untuk beribadah dan berbuat baik agar mendapatkan kemuliaan yang banyak pada bulan tersebut. Seperti dalam sabda Rasulullah SAW :

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

โ€œBarangsiapa melaksanakan Shalat pada malam Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuniโ€

(HR. Bukhori No. 1901)

Lalu kapan malam Lailatul Qadr itu terjadi ? yang jelas malam Lailatul Qadr itu terjadi pada bulan Ramadhan hal tersebut karena turunnya Al-Quran itu pada bulan Ramadhan seperti dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 185 :

………………. ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูฑู„ู‘ูŽุฐูู‰ู“ ุฃูู†ุฒูู„ูŽ ูููŠู‡ู ูฑู„ู’ู‚ูุฑู’ุกูŽุงู†ู

Artinya : โ€œBulan ramadhan merupakan bulan di dalamnya diturunkan Al-Qurโ€™an ….โ€

Lalu kapan tepatnya malam Lailatul Qadr itu ? ada beberapa pendapat mengenai kapan turunya/terjadinya malam Lailatul Qadr. Ada yang mengatakan Lailatul Qadr terjadi pada awal bulan Ramadhan, ada pula yang mengatakan pada 17 bulan Ramadhan dan ada pula yang mengatakan malam Lailatul Qadr turun pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan serta ada pula yang mengatakan 10 hari bulan Ramadhan di malam-malam ganjil.

Namun dari pendapat-pendapat tersebut yang paling mahsyur adalah 10 malam terakhir di bulan Ramadhan yang berdasarkan sabda Rasulullah SAW dari Ibnu umar yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Carilah Lailatul Qadr pada 10 malam terakhir, jika salah seorang kalian lemah dan tidak mampu maka hendaklah ia tidak terlelahkan atas tujuh malam yang tersisa.”

(HR. Muslim)

Lalu ada pula hadist yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadr jatuh pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir. Perkataan tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Carilah malam Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.”

(HR. Bukhori)

Namun dari beberapa pendapat diatas diketahui bahwa belum jelas kapan terjadinya malam Lailatul Qadr. Yang pasti malam tersebut merupakan malam-malam diantara malam bulan Ramadhan. Menurut Fahru Rozi disembunyikannya malam Lailatul Qadr agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadhan dan mendekatkan diri kepadaNya.

Bukan sekedar menunggu malam Lailatul Qadr untuk sekedar beribadah dan berdoa maupun berbuat baik. Al Qurthubi mengatakan disembunyikannya Lailatul Qadr disekian banyak malam bulan Ramadhan agar manusia bersungguh-sungguh dalam beribadah pada seluruh malam bulan Ramadhan.

Sehingga tidak melakukan ibadah pada malam Lailatul Qadr saja tetapi senantiasa beribadah pada seluruh malam bulan Ramadhan.
Lalu adakah ciri-ciri bagaimana malam Lailatul Qadr itu terjadi. Al Qurthubi menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadr itu memiliki beberapa fenomena.

Pertama, pada pagi hari matahari tidak terlalu bercahaya seperti hadis yang diriwayatkan ubay bin ka’ab telah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :

ูˆุงู…ุงุฑุชู‡ุง ุงู† ุชุทู„ุน ุงู„ุดู…ุณ ููŠ ุตุจูŠุญุฉ ูŠูˆู…ู‡ุง ุจูŠุถุงุก ู„ุง ุดุนุงุน ู„ู‡ู„

Artinya : sesungguhnya matahari yang keluar pada hari itu tidak begitu bercahaya (suram)
Kedua, Ada ketenangan dan ketentraman yanh diturunkan oleh para malaikat (malamnya tenang).

Ketiga, Terkadang seseorang melihat malam tersebut dalam mimpinya sebagaimana dialami sebagian sahabat. disebutkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Bulughul Marom no. 704,

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง โ€“ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูุฌูŽุงู„ุงู‹ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุฃูุฑููˆุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽู†ูŽุงู…ู ููู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนู ุงู„ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ยซ ุฃูŽุฑูŽู‰ ุฑูุคู’ูŠูŽุงูƒูู…ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽูˆูŽุงุทูŽุฃูŽุชู’ ููู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนู ุงู„ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุชูŽุญูŽุฑูู‘ูŠูŽู‡ูŽุง ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑูŽู‘ู‡ูŽุง ููู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนู ุงู„ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ยซ

Dari Ibnu โ€˜Umar radhiyallahu โ€˜anhuma bahwa ada seorang dari sahabat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam diperlihatkan lailatul qadar dalam mimpi ketika tujuh hari terakhir (dari bulan Ramadhan). Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun bersabda, โ€œAku tahu bahwa kalian melihat lailatul qadar pada tujuh hari terakhir Ramadhan. Siapa yang sungguh-sungguh dalam mencarinya, maka carilah di tujuh hari terakhir dari bulan Ramadhan.โ€ Muttafaqun โ€˜alaih.

(HR. Bukhari Muslim).

Lalu kapan Malam Lailatul Qadr itu terjadi ? Wallahuโ€™alam.

Penulis : Pengurus Divisi Tafsir