Surakarta – 19 Juni 2021 lalu telah diselenggarakan acara Miladiyah UKM JQH Al-Wustha IAIN Surakarta. Acara tersebut merupakan peringatan hari lahirnya UKM JQH Al-Wustha tepatnya pada 19 Juni 2012, 9 tahun yang lalu. Miladiyah UKM JQH Al-Wustha ke-IX kali ini mengusung tema “Refleksi Seni Islami dalam Bingkai kebudayaan”.

Kegiatan pra-acara dimulai dengan mempersiapkan konsumsi pada pukul 08.30 WIB, yang bertempat di Pondok Syifa’ul Qur’an. Bersamaan dengan itu, panitia juga telah mempersiapkan lokasi Miladiyah di Masjid An-Nur, Rojonatan, Ngemplak sejak pukul 07.00 WIB.

Sebelum dimulai, acara diawali dengan pelaksanakan muqoddaman Al-Qur’an pada pukul 15.00 – 16.00 WIB di Masjid An-Nur yang dipimpin oleh sahabat Abi Fachrur Razi. Kemudian pada pukul 16.40 – 17.27 diadakan breafing yang bertempat oleh panitia untuk memberi arahan konsep acara secara matang.

Kru konsumsi juga mempersiapkan tumpeng yang telah selesai pukul 17.26 WIB dan siap untuk dihias. Selanjutnya penataan tempat seperti meja dan soundsystem dilakukan setelah melaksanakan sholat Isya’ berjamaah.

Pada pukul 19.43 WIB acara dimulai dengan penampilan Hadrah dengan pembacaan sholawat Barzanji.
Pukul 20.03 WIB, pembawa acara memulai acara dengan membaca basmalah yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh sahabat Landung Azbarkati. Acara kedua yaitu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars JQH Al-Wustha yang dipandu oleh dirigen, Dwi Yuliyani.

Selanjutnya yaitu sambutan yang disampaikan oleh ketua panitia Miladiyah IX sahabat Riyadh Husein, dilanjutkan oleh ketua umum UKM JQH Al-Wustha yaitu sahabat Agung Prasetio yang menyampaikan doa dan harapan semoga UKM JQH Al-Wustha IAIN Surakarta kedepannya lebih mengudara, ditambah dengan kebahagiaan yang sekarang dirasakan karena IAIN Surakarta yang akan segera beralih status menjadi UIN Raden Mas Said, Surakarta.

Sambutan yang selanjutnya disampaikan oleh Bapak Ahmad Khafid. Beliau mengutarakan bahwa lokasi tempat yang sebelumnya disepakati di Masjid Imam Bukhari IAIN Surakarta harus berganti di Masjid An-Nur dikarenakan kampus yang sedang mengalami lockdown. beliau juga berpesan agar tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri agar virus covid-19 tidak menyerang, selalu menjaga ketenangan agar tidak membuat panik warga yang lain. Di tengah sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “hati tentram adalah separuh dari obat” tetap menjaga imun di organisasi, itu juga termasuk obat. “Sabar setengah perjalanan dari obat”, tetap tenang, kalem, kuasai. Selain itu kita harus bersahabat dengan virus, maksudnya jangan takut dengannya namun harus jaga diri dari virus tersebut. JQH berdiri dengan amanat “dengan ruh menebarkan nurul/cahaya Al-Qur’an dalam IAIN Surakarta”. Jangan sampai kita menyinari orang lain sedangkan diri kita berada dalam kegelapan. Sinari diri sendiri sebelum menyinari orang lain. Beliau juga mengungkapkan bahwa menjadi pembina adalah membina JQH maka banyak sekali yang beliau berikan, berbagai masukan kepada JQH dan berharap agar menjadi lebih baik lagi.

Pada pukul 20.55 WIB dilanjutkan dengan pembacaan Dzikir dan Tahlil yang dipimpin oleh Bapak Subandji. Beliau memberikan sedikit nasihat bahwa “Orang yang akan mati pasti melalui sakarotul maut”. Sakarotul artinya mabuk, orang yang akan mati akan merasakan mabuk, dan akan mengucap apa yang biasa di ucapkan. Jika orang terbiasa mengucapkan hal baik, maka saat sakarotul maut juga akan mengatakan hal yang baik. Selain itu beliau juga menyampaikan harapan agar UKM JQH Al-Wustha menjadi “mancalo putra mancali putri”, yang artinya bisa ini bisa itu. Beliau berpesan “Jadilah tunggal tapi jamak, satu tapi seribu”, artinya bisa segalanya dalam kebaikan. Beliau juga berharap agar UKM JQH Al-Wustha menjadi potensi untuk berproduktif.

Selesai pembacaan Dzikir dan Tahlil, pukul 21.26 WIB menuju acara inti yaitu potong tumpeng untuk memperingati milad UKM JQH Al-Wustha secara simbolis dengan pemotongan tumpeng dan diiringi oleh penampilan hadrah yang membawakan lagu Mabruk Alfa Mabruk.

Pada pukul 21.30 WIB menuju prakata dari perwakilan Forsa, yakni ketua pertama UKM JQH Al-Wustha IAIN Surakarta, Sahabat Abdul Aziz. Beliau memberikan pesan kepada JQH, bahwa meneruskan itu lebih berat dari pada mendirikan. Tantangan angkatan pertama dulu tidak ada dana. Bapak Subandji, Bapak Zainul Abbas, serta Bapak Khafid yang memberikan bantuan dana yang begitu luar biasa. Namun tantangan hari ini adalah pandemi, beliau berharap semoga penerus dapat meneruskan tanggung jawab yang mungkin di depan akan banyak tantangan yang lebih besar. “Pohon semakin tinggi, terpaan angin akan semakin besar”. Jika kita semua kuat maka JQH akan semakin kuat, namun jika kita lemah maka akan tumbang.

Setelah penyampaian prakata dari perwakilan Forsa, acara ditutup pada pukul 21.47 WIB dengan membaca hamdalah kemudian diakhiri dengan penampilan hadrah, dan dilanjutkan dengan makan bersama.

Sangat bersyukur karena tahun ini UKM JQH Al-Wustha dapat melaksanakan Miladiyah IX dengan lancar dan tanpa halangan suatu apa pun. Harapan kedepannya semoga UKM JQH Al-Wustha semakin jaya dan berkembang. Selalu memberikan dan menebarkan kebaikan untuk kampus tercinta, masyarakat dan orang-orang disekitarnya.